Sabtu, 17 Juni 2017

Bolehkah Aku Membunuh Tuhan?

Bolehkah Aku Membunuh Tuhan?


Gambar Tuhan
Sumber Gambar : http://www.abc.net.au/

Fenomena kehidupan beragama akhir-akhir ini sangat indah di pandang. Para penganut agama memfitnah, menyiksa, dan bahkan membunuh sesama penganut yang berbeda pendapat dengannya dengan alasan membela tuhan, ISIS misalnya. Penganut agama seperti ini seakan menganut agama tuhan. Selangkah lagi menjadikan dirinya tuhan.

Penganut yang mengatakan memahami agamanya sebenar-benarnya lalu menyalahkan dan mengkafirkan penganut agama selain agama yang dianutnya, bertingkah laku seakan-akan dirinya menganut agama yang paling benar, penganut jenis ini menurut Cak Nun adalah manusia yang paling syirik. Bukankah mengatakan aku tuhan adalah bentuk kesyirikan yang paling besar?

Bukankah sangat banyak manusia sekarang ini yang ingin menjadi tuhan? Manusia yang sangat mudah mengkafirkan orang, sangat mudah mengatakan orang lain syirik, sangat mudah menyalahkan orang lain seolah dirinya yang paling benar. Itulah manusia yang ingin menjadi tuhan.

Ada pula penganut yang menklaim dirinya memahami sepenuhnya (1000%) sabda tuhan. Penganut jenis ini kerap kali melakukan hal aneh. Misalnya ketika ia marah, ketika ia membenci, ketika ia membunuh, maka seketika itu pula ia mensabdakan bahwa ia mewakili tuhan atas kemarahan dan kebenciannya. Biasanya penganut agama seperti ini sangat intoleran dan anti-perbedaan.

Terkadang pula penganut agama jenis ini menggunakan sabda lelucon. Penganut jenis ini misalnya berani menista saudaranya, berani menghina tetangganya, berani menyakiti orang tuanya, semua itu hanya untuk membela tuhan. Bahkan tak jarang melakukan pembunuhan atas sabda mewakili tuhan atau membela tuhan. Apakah tuhan selemah itu untuk kau bela? Apakah tuhan tidak berdaya sehingga membutuhkan perlindunganmu?

Padahal pada dasarnya apa yang ia pahami terhadap tuhan dan agamanya hanya pemaknaannya terhadap tuhan dan agama itu sendiri, bukan tuhan dan agama secara sejati (orisinal). Jika kalian mendapati penganut agama seperti ini, waspadalah. Sebab, yang membersamai mereka adalah tuhan palsu.

Apakah tuhan memerintahkan manusia untuk saling membenci? Apakah tuhan memerintahkan manusia untuk saling menghina? Apakah tuhan menciptakan manusia hanya untuk saling membunuh?

Jika jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah Ya, maka aku ingin bertanya bolehkah aku membunuh tuhan? Jika boleh, izinkan aku membunuh tuhan. Karena yang aku pahami tentang hal itu, pada hakikatnya itu bukanlah Tuhan. Namun yang menjadi dalang dari semua fenomena itu adalah Iblis yang mengaku dirinya tuhan.

Tulisan ini merupakan bentuk unjuk rasa dari sosok mahasiswa UIN yakni Andi Alfian yang merasakan keresahan polemik keagamaan akhir-akhir ini. Semoga melalui tulisan opinial-skeptis ini mampu membuka ruang khusus di pikiran dan hati kawan-kawan pembaca. Silakan tunggu tulisan-tulisan opinial-skeptis lainnya di Ruang Skeptis.


EmoticonEmoticon